Selasa, 28 Juni 2016

Cara Cerdas Atasi Radikal Bebas!

MTDC-Batam. Salah satu kebiasaan buruk seseorang adalah merokok. Padahal dalam penelitian, merokok dapat memicu terbentuknya oksidan atau radikal bebas. Sebab dalam kandungan rokok itu terdapat produktivitas H2O2 yang akan meningkat secara drastis.

Sumber Radikal Bebas

Jika hal ini terjadi, antioksidan dalam tubuh akan menurun. Zat racun di dalam rokok seperti H2O2 akan merusak spektrin (kulit sel darah merah) bahkan deformabilitas (elastisitas) eritrosit akan menurun tajam.

Apabila eritrosit tidak elastis maka dia tidak mampu melewati mikrovaskuler (kapiler). Akibatnya terjadi gangguan oksigenasi sel. Peneliti bidang Ilmu Kedokteran Dasar (Patobiologi) Program Pascasarjana, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, Wahyudi Widada, S.Kep, M.Ked., menganalisa darah perokok.

Pendapat Wahyudi Widada, terapi mengeluarkan darah dari permukaan kulit atau bekam atau terapi oksidan merupakan cara pengobatan yang sangat hebat. Prinsip kerjanya mengeluarkan darah dari area tertentu melalui media punggung atau bagian lainnya.
Salah satu praktek bekam (Hijamah)

Ketika darah dihisap keluar melalui alat maka kandungan sel-sel darah yang rusak akan diganti (regenerasi sel darah merah) oleh ginjal dan sumsum tulang tulang. Bahkan ada hal yang menakjubkan, dengan berbekam bisa menyetimulasi produksi eritrosit baru dan mengganti eritrosit lama yang tekikis karena terpapar oksidan.

Penelitian yang dilakukan ini bersifat quasy experimental. Pada penelitiannya, pembagian kelompok subjek penelitian dibagi menjadi dua. Pertama kelompok K-0 sebagai kontrol. Caranya dilakukan dua kali pengambilan darah pada vena mediana cubiti. Darah diambil sebanyak 4 ml.

Kesimpulan dari penelitian (tesis) mengungkapkan nilai deformabilitas eritrosit sebelum perlakuan terendah 85,39 % dan tertinggi 99,05 % serta rerata 93,27 %. Nilai deformabilitas eritrosit sesudah perlakuan adalah terendah 91,05 %, tertinggi 99,56 %, serta rerata 96,72 %.

Dengan penelitian ini, seseorang yang pernah menghirup radikal bebas akan mengalami penurunan fungsi sel darah merah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan berbekam sebulan sekali agar dijauhkan dari segala macam penyakit yang bersumber dari dalam darah.

Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad; "Berhijamahlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian"(Kitab Kasyful Astaar'an Zawaa'idil Bazar, karya Al Haitsami III/388). "Barangsiapa berhijamah pada hari ke-17, 19, dan 21 (tahun Hijriyah), maka dia akan sembuh dari segala macam penyakit" (HR. Abu Dawud II/732, shahih).

Hijamah atau bekam dengan cara mengeluarkan darah diperbolehkan saat sedang berpuasa. Ini merujuk kepada hadis dan pemahaman para ulama. Sebagaimana disampaikan Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, ST., M.Sc., LC. Dalam penjelasannya, Nabi Muhammad S.A.W banyak menyebutkan hadis-hadis berbekam, diantaranya Imam Bukhari dengan babul hijamah (bab bekam) dan muntah bagi orang yang berpuasa. (Sumber: Buletin Islam).

0 komentar:

Posting Komentar